Logo Atlas Terapi
Batu Empedu

Batu Empedu

Batu empedu terbentuk sebagai kristal berukuran sebutir pasir hingga sebesar bola golf, terbentuk dari pengendapan kolesterol atau bilirubin.
Batu empedu (secara medis dikenal sebagai Kolelitiasis) terbentuk sebagai kristal berukuran sebutir pasir hingga sebesar bola golf, terbentuk dari pengendapan kolesterol atau bilirubin.

Kandung empedu memekatkan cairan empedu yang dibuat oleh hati, kemudian menyimpannya, dan melepaskannya saat dibutuhkan tubuh untuk membantu pencernaan. Cairan empedu berguna untuk mencerna makanan tinggi lemak dan kolesterol.

Gejala yang dialami penderita batu empedu:

  • Nyeri perut bagian atas, sering di bawah tulang rusuk sebelah kanan.
  • Nyeri dirasakan menyebar di bahu kanan atau punggung.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Gangguan pencernaan.
  • Perut kembung.
  • Rasa tidak nyaman di perut setelah 3-4 jam makan besar, bahkan bisa dirasakan sejak 30 menit setelah makan.
  • Nyeri biasanya dirasakan malam hari.
  • Penderita batu empedu bisa mengalami gejala demam, dan kulitnya tampak kuning.

Penderita batu empedu juga bisa mengalami keluhan nyeri kolik, ini terjadi saat kandung empedu menegang dan terjadi sumbatan pada saluran empedu. Nyeri kolik bisa berlangsung antara 1 hingga 5 jam.

Perlu diwaspadai pada orang yang diet ketat untuk menurunkan berat badan. Penurunan berat badan yang cepat dalam waktu yang singkat, beresiko menyebabkan batu empedu.

Komplikasi Batu Empedu
Peradangan kandung empedu.
Sumbatan saluran empedu.
Infeksi saluran empedu.
Kanker kandung empedu.
Radang pankreas.
Radang hati.
Usia >40 tahun berisiko batu empedu.
12% populasi memiliki batu empedu.
Wanita lebih sering daripada pria.
Liver menghasilkan 0.5-1 liter empedu setiap hari.
Kandung empedu memekatkan dan menyimpan cairan empedu dari liver hingga menjadi 30-50 ml.
80% batu empedu terbentuk dari kristal kolesterol.
Minum air putih yang banyak, sekitar 12 gelas sehari.
Olahraga.
Kurangi berat badan.
Konsumsi makanan tinggi serat.
Kurangi makanan berlemak, berminyak, bersantan, gorengan, dan jeroan.
Kurangi makanan manis dan karbohidrat.
Konsumsi buah yang rasanya asam, seperti jeruk, apel, anggur.
Konsumsi ikan laut.
Butuh asupan cukup asam folat, magnesium, kalsium dan vitamin C.
Kompres hangat saat kolik.

Dewasa

HIU Bantugin

(3×2 sendok)

Kumis Kucing

(3×2 kapsul)

Tempuyung

(3×2 kapsul)

Atau

Herba Androbi

(3×2 kapsul)

HIU Thypucare

(3×2 kapsul)

Tempuyung

(3×2 kapsul)

Butuh Bantuan?

Konsultasikan ke dr. Didit!