
| Komplikasi Cacar Air |
|---|
| Infeksi paru-paru (pneumonia), peradangan otak (ensefalitis), infeksi kulit, peradangan sendi, hingga sepsis. |
| Pada wanita hamil bisa menyebabkan keguguran, kecacatan sindrom varicella kongenital/varicella neonatal. |
| ◘ | 90% kasus cacar air berusia < 10 tahun. |
| ◘ | Penyebab cacar air sama dengan penyebab penyakit herpes zoster. |
| ◘ | Penderita herpes zoster memiliki riwayat mengalami cacar air. |
| ◘ | Cacar air bisa membahayakan bila menimpa wanita hamil. |
| ◘ | 10% kasus cacar air menimpa orang dewasa, dan biasanya gejalanya lebih parah. |
| ● | Hindari kontak dengan penderita cacar air dan herpes zoster. |
| ● | Sering cuci tangan. |
| ● | Minum air putih yang banyak saat demam. |
| ● | Gunakan bedak dingin. |
| ● | Area lepuhan tidak boleh terkena air atau diseka, supaya lepuhan tidak pecah dan menyebar/menularkan virus. |
| ● | Area ruam yang gatal tidak boleh digaruk. |
Dewasa
Herba Histaminic (3×2 kapsul) | Herba Androbi (3×2 kapsul) | Habbatus Sauda Plus Mengkudu (3×2 kapsul) |
Atau
Pegagan (3×2 kapsul) | Herba Androbi (3×2 kapsul) | Habbatus Sauda Plus Mengkudu (3×2 sendok) |
Anak-anak
| Madu Syifa Kids Lergital | Madu Syifa Kids Propolis |

Konsultasikan ke dr. Didit!