Logo Atlas Terapi
Insomnia

Insomnia

Insomnia merupakan kesulitan untuk tidur atau tidur dalam durasi yang lama.
Insomnia merupakan kesulitan untuk tidur atau tidur dalam durasi yang lama, yang dialami baik malam hari maupun siang hari, dengan gejala tersebut setidaknya dialami dalam kurun waktu sebulan. Sering kali penderita insomnia mengalami stres akibat kondisi tersebut.

Gejala yang dialami penderita insomnia:

  • Sulit untuk tidur, atau terbangun saat malam hari dan sulit tidur kembali, atau bangun tidur terlalu awal.
  • Kelelahan saat bangun tidur.
  • Mengantuk saat siang hari.
  • Sensitif dan mudah marah.
  • Susah konsentrasi dan mengingat.

Penyebab insomnia:

  • Stres yang berhubungan dengan peristiwa besar yang dialami, seperti PHK, bangkrut, kematian orang yang dicintai, perceraian.
  • Suasana lingkungan yang tidak nyaman, seperti terlalu terang, terlalu bising, terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Perubahan jadwal tidur, seperti saat bepergian pada zona waktu yang berbeda, bepergian luar kota, pergantian shift kerja.
  • Genetik yang diturunkan dalam keluarga.

Insomnia bisa disebabkan juga oleh kondisi lain seperti gangguan kecemasan dan depresi. Konsumsi kafein, tembakau/rokok , alkohol dan narkoba juga bisa menyebabkan insomnia. Wanita bisa mengalami insomnia saat PMS maupun menjelang menopause. Pria bisa insomnia gegara pembesaran prostat. Penyakit seperti serangan asma saat malam hari, gangguan kelenjar tiroid, ADHD, nyeri yang kronis (misal nyeri punggung atau sendi), alzheimer dan demensia lain bisa menyebabkan insomnia. Bahkan penggunaan obat-obatan untuk mengatasi asma, alergi, depresi, masuk angin, hipertensi juga bisa menyebabkan insomnia.

Jenis Insomnia
AkutBerlangsung 1 malam hingga beberapa pekan, sering disebabkan masalah pribadi atau ekonomi.
KronisBerlangsung minimal 3 malam dalam sepekan, selama 3 bulan atau lebih. Biasanya mempengaruhi keluarga.
1 dari 4 orang mengalami insomnia.
Wanita berisiko 2 kali mengalami insomnia dibandingkan pria.
35% penderita insomnia memiliki riwayat insomnia pada keluarganya.
Orang dewasa butuh tidur 7-8 jam dalam 24 jam.
Obat tidur tidak menyembuhkan insomnia.
Insomnia bisa diobati dengan mengikuti terapi perilaku kognitif.
Hindari merokok dan minum alkohol.
Tetapkan waktu tidur setiap malam, dan jaga jadwal tidur tersebut teratur dalam tujuh malam selama sepekan.
Atur jadwal bangun tidur yang teratur.
Olahraga teratur selama 150 menit dalam sepekan, dan hindari aktivitas olahraga pada 3 jam menjelang waktu istirahat.
Kurangi konsumsi kopi/kafein, dan hindari mengkonsumsinya 8 jam sebelum tidur.
Hindari makan besar menjelang tidur, sebaiknya makan besar pada 2 jam sebelum tidur.
Jauhkan TV, buku, hape, atau media hiburan lain dari ranjang.
Kondisikan area tidur yang aman, tenang dan menyenangkan.

Dewasa

Herba TDR

(3×2 kapsul)

Pegagan

(3×2 kapsul)

HIU Hepafit

(3×2 kapsul)

Atau

Herba TDR

(3×2 kapsul)

Herba Androbi

(3×2 kapsul)

Pegagan

(2× pagi dan sore)

Butuh Bantuan?

Konsultasikan ke dr. Didit!