Panas dalam sebenarnya merupakan istilah yang secara medis tidak dikenal. Keluhan yang dirasakan biasanya berhubungan dengan adanya sensasi nyeri ketika menelan makanan, dan rasa tidak nyaman yang dirasakan muncul pada kerongkongan dan tenggorokan. Keluhan tersebut sebenarnya merupakan gejala adanya proses peradangan di dalam tubuh, dan bisa merupakan gejala awal adanya infeksi virus maupun bakteri. Gejalanya bisa bervariasi tergantung latar belakangnya bagaimana.
Panas dalam bisa dipicu adanya iritasi pada tenggorokan dan kerongkongan oleh berbagai jenis zat yang mengiritasi, seperti misalnya paparan polutan seperti asap kendaraan dan asap rokok. Bisa juga iritasi tersebut disebabkan oleh bahan makanan yang pedas yang dikonsumsi sebelumnya, atau makanan dan minuman yang terlalu panas, berminyak. Bisa juga iritasi disebabkan penggunaan pita suara yang berlebihan, berbicara lama dan keras, berteriak-teriak. Iritasi bisa juga diawali kondisi dehidrasi atau kurang minum.
Gejala yang muncul bisa berupa bibir kering, pecah-pecah hingga sariawan.
Pada kondisi panas dalam yang disebabkan infeksi pada saluran nafas atas, gejala bisa berupa nyeri, terasa mengganjal, terasa panas pada tenggorokan dan kerongkongan. Selain itu bisa juga disertai keluhan seperti pada influenza seperti bersin, demam, hidung tersumbat, hidung meler, batuk. Biasanya keluhan dirasakan selama 2-3 hari.
Adanya aliran balik asam lambung bisa juga menyebabkan keluhan panas dalam, sering dialami saat sedang tidur malam hari dan saat bangun tidur pagi hari. Biasanya disertai sensasi panas seperti terbakar, terasa perih pada ulu hati dan tenggorokan terasa tercekik. Namun begitu, panas dalam bukanlah kondisi yang membutuhkan tindakan khusus kegawatdaruratan.
| Penyebab Panas Dalam |
|---|
| Infeksi Saluran Napas Atas (ISPA) | Bisa disebabkan infeksi bakteri atau virus. |
| Iritasi Tenggorokan | Disebabkan zat-zat yang menimbulkan iritasi pada tenggorokan. |
| Refluks Asam Lambung/GERD | Aliran balik asam lambung, sering kali disebut asam lambung naik. |