Logo Atlas Terapi
Nyeri Sendi

Radang Sendi

Nyeri sendi secara medis dikenal dengan istilah arthralgia, atau pada kondisi lain bisa disebut dengan istilah arthritis.
Nyeri sendi secara medis dikenal dengan istilah arthralgia, atau pada kondisi lain bisa disebut dengan istilah arthritis. Biasanya nyeri sendi dialami persendian di pergelangan tangan, bahu, lutut, pinggul, pergelangan kaki dan tulang belakang.

Sendi merupakan pertemuan antar tulang, sehingga dimanapun lokasinya di tubuh akan sangat berpengaruh pada pergerakan tubuh. Nyeri sendi bisa dialami akut, bila tiba-tiba dialami dalam waktu singkat dan bengkak muncul dengan segera. Bisa juga nyeri sendi dialami kronis, bila pembengkakan dialami perlahan dan masalah kesehatan yang dialami dalam rentang waktu yang lama.

Nyeri sendi seringkali disertai kekakuan sendi pada saat bangun tidur, dan biasanya akan berkurang setelah mulai beraktivitas. Namun bila terlalu berat aktivitas yang dilakukan, bisa memperberat keluhan nyeri sendi.

Gejala yang dialami pada nyeri sendi, antara lain:

  • Nyeri saat digerakkan, gerakan persendian terbatas.
  • Bengkak pada persendian.
  • Teraba hangat.
  • Kemerahan.
  • Nyeri bila ditekan.

Pertimbangkan memeriksakan diri ke faskes, bila nyeri sendi disertai kondisi berikut:

  • Nyeri bertambah parah dan tidak reda.
  • Dialami > 2 pekan.
  • Persendian kaku > 30 menit setelah bangun tidur pagi hari.
  • Tidak bisa beraktivitas normal.
  • Tidak bisa tidur.
  • Kondisi lain sebagai pertimbangan harus memeriksakan diri ke faskes bila sendi bergeser dari asalnya, disertai demam, terasa kesemutan atau mati rasa.

Penyebab Nyeri Sendi
Cedera & InfeksiLuka, terkilir, patah tulang, infeksi virus & bakteri.
PeradanganPeradangan tendon (tendinitis), peradangan bantalan sendi (bursitis) karena aktivitas berlebihan  pada siku, bahu, lutut, tumit; dan peradangan tulang rawan persendian (osteoartritis).
AutoimunRheumatoid arthritis yang menyebabkan kecacatan persendian.
MetabolikEndapan kristal asam urat pada persendian, pengeroposan tulang, kekurangan vitamin D.
1 dari 3 orang mengalami nyeri sendi dalam kurun sebulan.
Nyeri lutut merupakan nyeri sendi yang paling sering dialami.
Diperkirakan > 100 jenis peradangan sendi.
Biasanya nyeri sendi dialami usia 40-60 tahun.
Istirahatkan persendian.
Kompres air hangat atau dengan es.
Pilih olahraga ringan dan rutin misal jalan kaki, berenang.
Hindari olahraga yang berat, olahraga dengan aktivitas sering melompat, angkat beban.
Perbaiki pola makan, kurangi konsumsi gula, karbohidrat, tepung-tepungan.
Kurangi berat badan.

Dewasa

Prosamura

(3×2 kapsul)

Cabe Jawa

(3×2 kapsul)

Daun Sirsak

(3×2 kapsul)

Atau

Prosamura

(3×2 kapsul)

Daun Salam

(3×2 kapsul)

Minyak Habbatus Sauda

(3×2 kapsul)

Anak-anak

Minyak BKM

Butuh Bantuan?

Konsultasikan ke dr. Didit!