Sakit mata bisa beragam kondisinya, meliputi berbagai hal yang menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa nyeri pada mata. Bisa hanya sekedar iritasi biasa saja hingga kondisi medis yang butuh penanganan khusus. Keluhan tersebut pun bisa hanya sementara saja, bisa pula menetap.
Dalam hal ini, pembahasan terapinya terbatas pada keluhan mata yang sifatnya ringan seperti iritasi dan infeksi & peradangan (radang selaput mata dan kelopak mata), serta kasus yang paling sering ditemui di masyarakat.
Gejala yang umumnya dialami:
- Mata merah.
- Mata berair.
- Gatal pada mata.
- Mata terasa mengganjal.
- Nyeri area mata hingga sakit kepala.
- Penglihatan kabur atau tidak jelas.
- Mudah silau.
Sering kali keluhan yang disampaikan sama, namun penyakitnya berbeda. Misalnya gejalanya sama-sama mata merah, namun penyakitnya bisa beda (bisa radang selaput mata, bisa radang lapisan bening mata , bisa iritasi, bisa lainnya). Maka, penting untuk memeriksakan diri ke faskes, untuk memastikan sakit mata apa.
Komplikasi sakit mata pun bervariasi tergantung jenis sakit matanya apa. Bisa gangguan penglihatan yang sementara, namun bisa juga menjadi cacat yang permanen. Bisa pula komplikasinya berupa gangguan aktivitas harian, namun bisa pula gangguan pada saraf mata, infeksi sekunder hingga kebutaan.
| Penyebab Sakit Mata |
|---|
| Iritasi Mata | Kondisi Medis |
- Debu.
- Polusi udara.
- Asap rokok, bakaran, kendaraan dan mesin.
- Iritasi bahan kimia.
- Iritasi udara kering dan angin.
- Iritasi penggunaan lensa kontak.
| - Infeksi konjungtivitis, keratitis, blefaritis, endoftalmitis.
- Alergi.
- Penyakit mata: gangguan refraksi, glaukoma, katarak,degenerasi makula, retinopati diabetika, trakoma.
- Cedera mata mekanis (pukulan, benturan) maupun kimiawi (cairan asam, basa).
|