Logo Atlas Terapi
Ayan

Epilepsi

Ayan atau dikenal juga sebagai epilepsi, merupakan gangguan pada otak, dimana penderitanya mengalami kejang yang berulang dari waktu ke waktu.
Ayan atau dikenal juga sebagai epilepsi, merupakan gangguan pada otak, dimana penderitanya mengalami kejang yang berulang dari waktu ke waktu.

Kejang tersebut merupakan bentuk rangsangan pada sel otak yang tidak biasa dan tidak terkendali, sehingga menyebabkan perubahan perhatian dan perilaku.

Gejala yang biasanya dialami penderita ayan, diantaranya:

  • Beberapa penderita memiliki sensasi aneh menjelang kejang, seperti kesemutan, mencium bau yang tidak ada, dan perubahan emosional.
  • Pasien bisa pingsan.
  • Selama kejang biasanya penderita menatap ke langit.
  • Kejang bisa berlangsung beberapa detik hingga menit.
  • Pasien merasa aneh.
  • Gerakan sentakan/kedutan, atau gerakan lain yang tidak biasa.

Ayan bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, atau cedera pada otak, atau bahkan tidak diketahui apa penyebabnya.

Beberapa penyebab umum ayan, antara lain:

  • Diwariskan secara genetik.
  • Cedera otak saat lahir.
  • Cacat otak bawaan.
  • Stroke.
  • Infeksi otak.
  • Demensia, misal Alzheimer.
  • Cedera otak traumatik.
  • Tumor otak.
  • Gangguan metabolisme seperti fenilketonuria.
  • Gangguan pembuluh darah di otak.
  • Kekurangan oksigen.

Bila ayan disebabkan oleh adanya tumor otak, kelainan pembuluh darah di otak, perdarahan otak, mungkin butuh tindakan medis berupa pembedahan untuk mengatasi kejangnya.

Klasifikasi Epilepsi
Kejang FokalKejang yang dimulai pada satu sisi otak, dengan penderitanya sadar atau setengah sadar, bisa berupa gerakan menyentak/berkedut, bisa juga berpengaruh pada perasaan atau pikiran.
Kejang UmumKejang yang dimulai pada kedua sisi otak, bisa menyebabkan tubuh bergerak/berkedut, bisa juga tanpa gerakan.
1 dari 103 orang menderita ayan.
Status ayan, bila 2 kali kejang atau lebih tanpa sebab yang diketahui.
200 ribu kasus ayan baru setiap tahun.
Biasanya pada usia 5 hingga 20 tahun.
Cukup tidur.
Tidak boleh mengemudi.
Tidak boleh mengoperasionalkan mesin, atau aktivitas lain yang berbahaya bila hilang kesadaran, seperti mendaki gunung, bersepeda, berenang.
Hindari stres.
Hindari kilatan cahaya, lampu berkedip.
Hindari aktivitas tertawa terbahak-bahak atau menangis.
Perlu EEG untuk merekam aktivitas otak.
Pertimbangkan diet ketogenik.
Beri ruang bila penderita sedang kambuh.

Dewasa

Herba TDR

(3×2 sendok)

Pegagan

(3×2 kapsul)

Gamat

(3×2 kapsul)

Atau

<pNeuro Herba

(3×2 kapsul)

Herba TDR

(3×2 kapsul)

Gamat

(3×2 kapsul)

Anak-anak

Madu Syifa Kids NervitaMadu Syifa Kids Propolis

Butuh Bantuan?

Konsultasikan ke dr. Didit!