Logo Atlas Terapi
Kesemutan.

Kesemutan

Kesemutan secara medis dikenal dengan istilah Paresthesia. Kesemutan merupakan sensasi mati rasa yang abnormal yang bisa terjadi pada berbagai area tubuh.
Kesemutan secara medis dikenal dengan istilah Paresthesia. Kesemutan merupakan sensasi mati rasa yang abnormal yang bisa terjadi pada berbagai area tubuh, namun biasanya dirasakan pada jari, tangan, lengan, betis dan kaki. Sensasi kesemutan yang dirasakan kurang lebih seperti ada sesuatu merayap di permukaan kulit, ditusuk-tusuk, terbakar, gatal, hingga terasa mati rasa di bawah kulit.

Kesemutan sebenarnya hal yang lumrah dialami, bila keluhan tersebut menghilang setelah kita beraktivitas kembali. Beberapa hal yang sering dilakukan yang menyebabkan kesemutan yang normal, seperti:

  • Duduk atau berdiri dalam waktu yang lama.
  • Duduk bersimpuh atau bersila.
  • Tertidur dengan bertumpu lengan.

Kondisi di atas menyebabkan tekanan pada persarafan dan aliran darah tidak lancar, sehingga muncul sensasi mati rasa.

Kesemutan juga disebabkan berbagai hal. Lihat boks Penyebab Kesemutan.

Bila muncul keluhan berikut, sebaiknya periksa ke fasilitas kesehatan:

  • Terus menerus mengalami kesemutan dengan penyebab yang tidak jelas.
  • Keluhan bertambah berat bila berjalan.
  • Disertai kejang otot.
  • Disertai keluhan pusing.
  • Disertai keluhan sering buang air kecil.
  • Mengalami cedera pada area kepala, leher atau punggung.
  • Tidak bisa menggerakkan badan.
  • Tidak bisa berjalan dan mengangkat tungkai.
  • Pingsan, bingung dan susah konsentrasi.
  • Penglihatan terganggu.
  • Fungsi bicara terganggu, cadel.
  • Tubuh terasa lemah.

Penyebab Kesemutan
CederaKelumpuhan saraf, terkilir, berdiri/duduk lama, jepitan saraf, darah tidak lancar.
InfeksiVirus Herpes zoster & Varicella zoster, Cytomegalovirus, Herpes simpleks, HIV, virus Epstein-Barr, gigitan hewan & serangga.
PenyakitKekurangan vitamin untuk saraf, kekurang mineral, DM, gangguan ginjal, gangguan hati, peradangan kronis jaringan ikat, kerusakan pembuluh darah, stroke, lepra, TBC, sipilis, gangguan hormon, tumor dan kanker, autoimun.
Zat BerbahayaKonsumsi alkohol, tembakau, keracunan arsen, merkuri & timbal, kemoterapi dan radioterapi, racun hewan laut.
CacatCacat bawaan (Charcot Marie Tooth).
30% kasus kesemutan dilatarbelakangi penyakit diabetes mellitus.
30% kasus kesemutan tidak diketahui sebabnya.
40% kasus kesemutan disebabkan oleh berbagai penyebab lainnya.
Kurangi konsumsi makanan/minuman yang kaya gula (karbohidrat).
Hindari konsumsi alkohol dan rokok.
Jaga berat badan ideal.
Olahraga teratur.
Kontrol gula darah pada penderita diabetes mellitus.
Konsumsi vitamin E, B1, B6, B12.
Hindari paparan zat-zat beracun dan berbahaya.

Dewasa

Herba Androbi

(3×2 kapsul)

Daun Dewa

(3×2 kapsul)

Sari Kutuk

(3×2 kapsul)

Atau

NEUROHERBA

(3×2 kapsul)

Pegagan

(3×2 kapsul)

Bawang Dayak

(3×2 kapsul)

Butuh Bantuan?

Konsultasikan ke dr. Didit!