Logo Atlas Terapi
Kolesterol Tinggi

Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi secara medis dikenal dengan istilah Hypercholesterolemia, yang maknanya kadar lemak kolesterol dalam aliran darah melebihi nilai acuannya.
Kolesterol tinggi secara medis dikenal dengan istilah Hypercholesterolemia, yang maknanya kadar lemak kolesterol dalam aliran darah melebihi nilai acuannya. Kolesterol yang dimaksud adalah senyawa lemak & protein yang disebut lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL), bukan lipoprotein dengan kepadatan tinggi (HDL). LDL sendiri dikenal sebagai kolesterol buruk, dan HDL sebagai kolesterol baik.

Gangguan kolesterol ringgi termasuk salah satu dari gangguan metabolisme lemak.

Individu dengan ciri berikut rentan mengalami gangguan kolesterol tinggi:

  • Kelebihan berat badan dan obesitas.
  • Sering mengonsumsi bahan makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans.
  • Biasanya ada pada makanan dengan pengolahan berkali-kali semisal frozen food dan fried food.
  • Riwayat hipertensi.
  • Riwayat diabetes mellitus.
  • Kebiasaan merokok.
  • Kurang olahraga.
  • Riwayat keluarga dengan serangan jantung (PJK).

Sering kali individu dengan kolesterol tinggi tidak mengalami keluhan apa pun, sehingga perlu pemeriksaan laboratorium untuk kadar kolesterolnya. Acuan nilai laboratoriumnya:

  • Kadar total kolesterol < 200 mg/dL.
  • Kadar LDL < 100 mg/dL (pada individu berisiko serangan jantung < 70 mg/dL).
  • Kadar HDL optimal > 60 mg/dL.
  • Kadar trigliserida < 150 mg/dL.

Komplikasi penyakit berikut bisa dialami bila kolesterol tinggi tidak ditangani:

  • Penyempitan & sumbatan pembuluh darah arteri.
  • Serangan jantung.
  • Stroke.
  • Resistensi insulin, berkaitan dengan diabetes mellitus.

Tanda Awal Kolesterol Tinggi
Riwayat KeluargaKenali apakah ada riwayat keluarga yang mengalami kolesterol tinggi.
Timbunan Lemak (Xanthomas)Berupa bercak lemak di bawah kulit di sekitar tendon tangan, lutut, siku dan tendon Achilles di kaki, juga pada kelopak mata atas.
Endapan KolesterolKadang tampak endapan kolesterol pada area mata.
Gangguan kolesterol tinggi bisa diturunkan pada generasi selanjutnya.
Gangguan kolesterol tinggi sering dipicu gaya hidup tidak sehat.
Kolesterol tinggi sering tanpa ada keluhan yang dialami, hingga muncul keluhan nyeri dada.
Kolesterol tetap dibutuhkan untuk fungsi otak, kulit, empedu, dan organ lainnya.
Kurangi konsumsi makanan/minuman yang kaya gula dan garam.
Kurangi porsi dan frekuensi makan.
Hindari makanan berlemak, berminyak , gorengan, jeroan, mentega.
Hindari makanan cepat saji, junk food dan daging olahan.
Tingkatkan aktivitas fisik olahraga setidaknya 30 menit per hari.
Perbanyak konsumsi makanan berserat.
Hindari pemicu stres.
Hindari merokok dan konsumsi alkohol.
Puasa.

Dewasa

KOLESHIU

(3×2 kapsul)

Angkak

(3×2 kapsul)

Bawang Dayak

(3×2 kapsul)

Atau

KOLESHIU

(3×2 kapsul)

Angkak

(3×2 kapsul)

HIU Silangsing

(3×2 kapsul)

Butuh Bantuan?

Konsultasikan ke dr. Didit!