Logo Atlas Terapi
Radang Paru

Radang Paru

Radang paru dikenal dengan istilah medis pneumonitis. Ada istilah lain yang hampir serupa, yaitu pneumonia. Pneumonitis lebih umum dibandingkan pneumonia.
Radang paru dikenal dengan istilah medis pneumonitis. Ada istilah lain yang hampir serupa, yaitu pneumonia. Pneumonitis lebih umum dibandingkan pneumonia.

Radang paru ini menunjukkan adanya peradangan pada jaringan paru-paru, sehingga membatasi aliran udara dan mengganggu penyerapan oksigen. Bila kondisinya berlanjut lebih berat, bisa mengakibatkan kadar oksigen yang rendah dalam darah dan jaringan.

Gejala yang dialami bervariasi tergantung berat-ringannya:

  • Batuk.
  • Demam.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada.
  • Mual & muntah.
  • Sakit kepala.
  • Gelisah.
  • Detak jantung lambat.
  • Pusing disertai, kulit tampak biru hingga pingsan.

Radang paru bisa disebabkan oleh infeksi pada pernapasan, paparan zat beracun & berbahaya, dan penyakit paru seperti asma dan bronkitis kronis.

Yang mesti diwaspadai adalah kejadian radang paru pada beberapa kelompok rentan, diantaranya adalah anak usia < 5 tahun, lansia, para perokok, penderita HIV/AIDS, penderita kanker, dan kelompok orang yang rawan terpajan polusi dan racun.

Penyebab Radang Paru
Infeksi BakteriPneumococcus bacteria, Mycobacterium tuberculosis, Mycoplasma pneumoniae, Legionella pneumoniae, Streptococcus aureus.
Infeksi VirusInfluenza, adenovirus, respiratory syncytial virus, coronavirus, SARS CoV-2.
Infeksi JamurAspergillus fumigatus, Blastomyces dermatitidis, Histoplasma capsulatum.
Penyebab LainAkibat aspirasi (masuknya makanan, cairan, atau muntahan ke dalam paru), hipersensitif (menghirup bahan yang memicu reaksi alergi), radiasi (terapi radiasi).
Data tahun 2020, 459 kasus radang paru dialami per 100 ribu penduduk dunia.
Radang paru penyebab kematian utama nomor 4 pada anak usia < 5 tahun (data tahun 2021).
Tahun 2021, ada ± 790 ribu anak usia < 5 tahun meninggal akibat radang paru.
Virus influenza penyebab radang paru paling banyak pada orang dewasa.
Biasakan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, terutama sebelum makan dan sesudah BAK & BAB.
Hindari kontak langsung dengan penderita.
Berhenti merokok.
Diet makanan sehat.
Olahraga teratur & istirahat cukup.

Dewasa

Herba Androbi

(3×2 kapsul)

Broncare

(3×2 kapsul)

Habbatus Sauda Plus Mengkudu

(3×2 kapsul)

Atau

Herba Androbi

(3×2 kapsul)

Gurah Fluba

(3×2 kapsul)

Habbatus Sauda Plus Mengkudu

(3×2 kapsul)

Anak-anak

Madu Syifa Kids IsplekMadu Syifa Kids Propolis

Butuh Bantuan?

Konsultasikan ke dr. Didit!